Berapa lama lagi aku harus menunggu? Menunggu saat kau
menganggapku nyata? Sebenarnya aku teramat bingung pada diriku sendiri ini. Aku ingin melupakanmu dan
segala yang pernah kau berikan padaku. Tapi, sayangnya hati ini lebih memilih
untuk menunggu. Jujur... Ini adalah sesuatu yang benar-benar konyol untuk
diterima akal sehat, karena aku menunggu orang yang tidak pernah tahu bahwa aku
menyimpan harapan yang besar padanya.
Apakah aku menunggu seseorang yang salah? Apakah yang aku
lakukan selama ini hanya membuang waktu? Dan aku sudah tega menyia-nyiakan
orang yang benar-benar sayang dan ingin memilikiku tanpa melihat kekuranganku?
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Waktu terus berlalu tanpa berfikir ada
banyak hal yang berharga yang masih tertinggal dimasa lalu. Aku tahu masa lalu
tidak seharusnya aku bawa kemasa sekarang dan masa depan. Tapi seolah-olah masa
lalu itu yang terus mengikutiku.
Segala
tindakan yang kita lakukan pasti mempunyai resiko. Dan inikah resiko yang harus
aku terima? Manusia selalu melewati banyak persimpangan jalan kehidupan,
begitupun aku, dan tidak semua jalan yang aku pilih dipersimpangan itu selalu
tepat. Tidak hanya satu kali aku tersesat karena salah memilih jalan, tapi
bagaimanapun setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya.
Air mata ini kembali mengalir dipipi. Mengalir bersama kesedihan yang sedang melanda hati ini yang
tidak dapat aku bendung lagi. Tak ada
tempat untuk berbagi kisah, tak ada lagi tempatku untuk mencurahkan seluruh isi
hati ini. Serasa aku hidup sendiri didunia ini.
Kemana lagi
aku harus berlari? Kemana lagi aku harus mencari? Waktu demi waktu kulewati
bersama dengan tetesan-tetesan air mata ini, yang selalu setia menemaniku
ketika kabut kesedihan yang begitu tebal menutupi hati ini. Tetapi sebenarnya
aku tidak ingin air mata ini mengalir karena kesedihan dan aku tidak ingin
menangis untuk orang yang aku sayangi tetapi hanya menganggapku seperti orang
lain. Aku ingin kau mendengar dan melihat betapa hati ini mengharapkanmu.