Selasa, 13 Agustus 2013

Sebuah penantian? Entahlah..



      Berapa lama lagi aku harus menunggu? Menunggu saat kau menganggapku nyata? Sebenarnya aku teramat bingung pada  diriku sendiri ini. Aku ingin melupakanmu dan segala yang pernah kau berikan padaku. Tapi, sayangnya hati ini lebih memilih untuk menunggu. Jujur... Ini adalah sesuatu yang benar-benar konyol untuk diterima akal sehat, karena aku menunggu orang yang tidak pernah tahu bahwa aku menyimpan harapan yang besar padanya.


           Apakah aku menunggu seseorang yang salah? Apakah yang aku lakukan selama ini hanya membuang waktu? Dan aku sudah tega menyia-nyiakan orang yang benar-benar sayang dan ingin memilikiku tanpa melihat kekuranganku? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Waktu terus berlalu tanpa berfikir ada banyak hal yang berharga yang masih tertinggal dimasa lalu. Aku tahu masa lalu tidak seharusnya aku bawa kemasa sekarang dan masa depan. Tapi seolah-olah masa lalu itu yang terus mengikutiku.
            Segala tindakan yang kita lakukan pasti mempunyai resiko. Dan inikah resiko yang harus aku terima? Manusia selalu melewati banyak persimpangan jalan kehidupan, begitupun aku, dan tidak semua jalan yang aku pilih dipersimpangan itu selalu tepat. Tidak hanya satu kali aku tersesat karena salah memilih jalan, tapi bagaimanapun setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya.


           Air mata ini kembali mengalir dipipi. Mengalir bersama  kesedihan yang sedang melanda hati ini yang tidak dapat aku bendung  lagi. Tak ada tempat untuk berbagi kisah, tak ada lagi tempatku untuk mencurahkan seluruh isi hati ini. Serasa aku hidup sendiri didunia ini.  
            Kemana lagi aku harus berlari? Kemana lagi aku harus mencari? Waktu demi waktu kulewati bersama dengan tetesan-tetesan air mata ini, yang selalu setia menemaniku ketika kabut kesedihan yang begitu tebal menutupi hati ini. Tetapi sebenarnya aku tidak ingin air mata ini mengalir karena kesedihan dan aku tidak ingin menangis untuk orang yang aku sayangi tetapi hanya menganggapku seperti orang lain. Aku ingin kau mendengar dan melihat betapa hati ini mengharapkanmu.




Menunggu cinta

Menunggu itu adalah hal yang membosankan, tetapi dalam hal cinta, menunggu adalah sesuatu yang wajar dan tidak membosankan. Apakah kalian tau seperti apa hati ini ketika harus menunggu seseorang yang hanya menganggapmu “Angin lalu” ? Apakah itu suatu tindakan yang konyol ?
Menunggu lama akan membuat kita semakin tenggelam dalam kesakitan yang berlarut-larut, membuat kita tenggelam dalam harapan yang sama sekali tidak teraba. Kita hanya bisa melihat apakah keberuntungan berpihak pada kita atau tidak. Menunggu itu sama halnya seperti kita sedang berjudi oleh harapan dan mimpi kita sendiri, kita hanya bisa menebak-nebak apa yang akan terjadi, apakah kenyataan yang kita harapkan atau harapan yang membuat kita putus asa.

Perbedaan dalam hal cinta itu selalu dibutuhkan, karena perbedaan itulah yang akan melengkapi cinta tersebut. Tapi jika cinta banyak persamaan, apakah itu suatu hal yang baik atau sebaliknya?

Dengan cinta semua hal yang mungkin bisa menjadi tidak mungkin, hal yang tidak mungkin terjadi malah jadi hal yang sangat mungkin untuk terjadi. Itulah cinta. Kita tidak pernah tau kapan cinta itu hadir, kita tidak pernah tahu dimana cinta itu akan muncul, dan kita tidak pernah tau siapa orang yang akan kita cintai, bukan ?. Adakah cinta yang tak butuh pengorbanan? Jawabanya tentulah tidak. Karena cinta adalah kebahagiaan dan setiap ingin mencapai pada kebahagiaan, kita memang harus berjuang dan berkorban.

Cinta itu terkadang membuat kita bingung karena kita tidak tau asal muasal cinta itu sendiri. Cinta, cinta, cinta, apakah itu cinta? cinta itu hanya berasal dari satu kata dan hanya terdiri dari lima huruf, tetapi cinta memiliki banyak arti. Setiap orang memiliki arti dan penafsiran sendiri tentang apa itu cinta.

Dengan didasari cinta, menunggu dalam jangka waktu yang lama atau bahkan tidak bisa kita tentukan batas waktunya tapi tetap akan kita laksanakan walaupun hanya rasa sakit yang kita terima dan rasakan.